Rabu, 26 Oktober 2011

PUISI UNTUK JIWA YANG HILANG

Untuk langit bintang hatiku
Entah dimana saat itu akan ku temui
Saat yang aku rindukan
Bersamamu yang selalu ku harapkan dalam dekapanku

Dirimu jiwa yang pergi
Yang belum sempat ku lihat senyum tawa
Dan ku dengar tangismu

Aku sepi di sini
Nyata jiwa ini menanti dalam kehampaan yang tak berujung
Yang buatku tiada bertahan hadapi jalan ini
Tanpa jiwamu yang selalu dekapku
Saat hilanggg
Ku rindu
Kapan aku akan bertemu dirimu
Untuk jiwa yang hilang...

(Mataram,28 Juni 2011)

SAJAK KERINDUAN TIADA ARTI

Senja menitik mata,
Menuntun deru ombak memecah kesunyia dlm dada
Resah gelisahlku tak berdaya dalam upayaku
Hening, senyap,

Namun ku tatap pasir
Tertiup angin mngglinding ke arah senja terbenam
Menutup mata
Aku terpana
Ku tatap sejenak

Ku hembuskan nafas ku perlahan
Hingga tertutup asa ku
Nan tiada guna lagi
Aku terbebassss...........!!

ASA ku

Biarkan aku berlalu menjadi sebuah kenangan

Biarkan aku menderu bersatu bersama ombak kehidupan
Yang memberiku semangat hidup bersama kenangan
Yang mengiris perih selaksa jiwa-jiwaku
Yang meronta-ronta dalam kehampaan

Terhanyut aku dalam pusara jiwa membelai rasa
Deburan ombak berkancah
Menjadi perias rindu dalam jiwaku
Sisi ini kau tau
Aku dalam kenangan kita
Di sisi pantai menunggu ombak menyapu wajahku
Hingga tak ingin ku lihat lagi segala abadi di sini

Minggu, 03 Juli 2011

PUISI NASIONALIS


KORUPTOR DAN NEGERI BUSUNG LAPAR

Dalam kepemimpinan Negara ini
KKN telah meraja lela
Pejabat Negara koruptor…!!!
Petinggi Negara koruptor…!!!

Indonesiaku tercinta…
Apa lagi yang akan menimpamu…?
KKN…
Dan KKN-kah…?

Hai para pejabat dan petingi Negara
Tidakkah kalian dengar
Tangisan dan teriakan kami
Tatkala kalian ambil hak-hak kami…!!!

Tidakkah kalian rasakan
Tangisan Busung lapar
Di Negeri ini…
Di Negeri tercinta ini…?

Jiwa yang lahir Suci
Dari rahim kalian dan dari rahim istri-istri kalian
Telah kalian nodai
Kalian hidupi dari uang haram kalian
Uang…
Hanya demi uang
Kalian rela menjual moral kalian
Dan kalian jual dengan sangat Rendah.

Para koruptor…!!!
Tidakkah kalian dengar dan perhatikan
Tangisan dan jeritan busung lapar
Di Negeri kalian…?

Di mana moral kalian…?
Di mana pikiran kalian…?
Kenapa tidak kau perdulikan…?
Tangisan dan jeritan si Busung lapar…?
Padahal kami sangat membutuhkannya…!!
 




KORUPTOR DAN NEGERI BUSUNG LAPAR

Dalam kepemimpinan Negara ini
KKN telah meraja lela
Pejabat Negara koruptor…!!!
Petinggi Negara koruptor…!!!

Indonesiaku tercinta…
Apa lagi yang akan menimpamu…?
KKN…
Dan KKN-kah…?

Hai para pejabat dan petingi Negara
Tidakkah kalian dengar
Tangisan dan teriakan kami
Tatkala kalian ambil hak-hak kami…!!!

Tidakkah kalian rasakan
Tangisan Busung lapar
Di Negeri ini…
Di Negeri tercinta ini…?

Jiwa yang lahir Suci
Dari rahim kalian dan dari rahim istri-istri kalian
Telah kalian nodai
Kalian hidupi dari uang haram kalian
Uang…
Hanya demi uang
Kalian rela menjual moral kalian
Dan kalian jual dengan sangat Rendah.

Para koruptor…!!!
Tidakkah kalian dengar dan perhatikan
Tangisan dan jeritan busung lapar
Di Negeri kalian…?

Di mana moral kalian…?
Di mana pikiran kalian…?
Kenapa tidak kau perdulikan…?
Tangisan dan jeritan si Busung lapar…?
Padahal kami sangat membutuhkannya…!!



NEGERI BONEKA


Kini kita berada pada titik balik zaman
Reformasi memberi secuil perubahan
Dampak yang nyata
Derita yang bermasa-masa

Kita tak ubah boneka
Diotak-atik penguasa dunia
Aku tak pernah berfikir lagi keagungan kata MERDEKA
Dan semua itu rekayasa sang penjilat lidah

Sepucuk janji membuat kita buta akan segalanya
Kita menukar cinta untuk dusta
Negeri ini hanya bisa menerima kekacauan dan kehancuran yang ada

Aku bangga Negara kita menyimpan sejuta derita
Aku bahagia bangsa memberi tempat bagi orang-orang serakah
Inilah negeri kita
Pemberian anak bangsa
Tema dan alur dalam cerita yang sama


By : Meri Adi Irawan & Weny Widiastuti
SMAN 1 Pringgasela 2009

Minggu, 05 Juni 2011

KUMPULAN PUISI ISLAMI


TUHAN (Aku Lalai Dari Nikmat-Mu)

Air mata ini terlalu berarti untuk terjatuh
Dalam limangan bara dosa yang menyerubungiku
Aku hanyut dalam indahnya dunia
Aku melupakan tuhanku
Diriku
Keluargaku

Tuhan
Sebiru langit terindahmu
Aku ada dalam sebilah kata
Mengucap kata rindu yang tak pantas
Sedangkan aku penuh peluh dosa

Sedalam lautan yang membentang
Sejauh mata itu mampu menatap
Diam tanpa kembali menatap seribu buih hati
Dalam kebimbangan aku kembali padamu
Namun aku lalai terhadap-Mu disaat aku
Tak mau bertemu dengan-Mu
Tuhanku

(16-03-2010)
TUHAN

Dalam duka
Melang-lang buana jiwa ku rasa
Sembilu menyekit batin kini
Hambar seribu langit-langit dunia

Merintih jiwa dalam sepi
Resah gelisah gulana
Di langit-langit Kau berkata
“Sudahkah kau menyebut nama-Ku ?”
Tubuh ini tersayat perih

Tuhan…
Dalam duka ini ku puji
Tersuar sepi hadir kini petir
Kaulah yang Esa
Di segala yang fana