TUHAN (Aku Lalai Dari Nikmat-Mu)
Air mata ini terlalu berarti untuk terjatuh
Dalam limangan bara dosa yang menyerubungiku
Aku hanyut dalam indahnya dunia
Aku melupakan tuhanku
Diriku
Keluargaku
Tuhan
Sebiru langit terindahmu
Aku ada dalam sebilah kata
Mengucap kata rindu yang tak pantas
Sedangkan aku penuh peluh dosa
Sedalam lautan yang membentang
Sejauh mata itu mampu menatap
Diam tanpa kembali menatap seribu buih hati
Dalam kebimbangan aku kembali padamu
Namun aku lalai terhadap-Mu disaat aku
Tak mau bertemu dengan-Mu
Tuhanku
(16-03-2010)
TUHAN
Dalam duka
Melang-lang buana jiwa ku rasa
Sembilu menyekit batin kini
Hambar seribu langit-langit dunia
Merintih jiwa dalam sepi
Resah gelisah gulana
Di langit-langit Kau berkata
“Sudahkah kau menyebut nama-Ku ?”
Tubuh ini tersayat perih
Tuhan…
Dalam duka ini ku puji
Tersuar sepi hadir kini petir
Kaulah yang Esa
Di segala yang fana